Nafas Tua part 1

January 19, 2016

     Nafas tua tak bisa ku ungkiri di temani Truck Mitsubisi Goprak,sebutan truck lawas di kasanah teman seprofesi.Waktu antrian memang buat selalu jenuh menunggu kapan gilirikan barang yang kita angkut bisa kita turunkan,padahal bila kita hanya rute perkotaan dwit kita tak seberapa bila satu hari harus mendapat satu muatan (satu rit) . padahal kalau saya bisa balik dua kali lumayan bisa buat membeli sembako esok hari.

Berjalanya hari aku berpikiran untuk berpindah haluan yang dulu hanya keliling barang antar kota sekarang terjun di antar kota antar profinsi,walaupun harus mengorbankan keluarga jarang bertemu. ternyata mungkin awal yang baik saat kirim antar kota antar propinsi memang lumayan yang di dapat tapi tak jarang kita mengorbankan perasaan rindu kepada keluarga,di jalan kadang sedikit bisa menemukan sosok keluarga yang bisa menghibur kerinduan itu di tempat makan harga sahabat saat mesin tuaku melintas.

Tak mampu mengelak umur selalu bertambah membuat tubuh tak berdaya menahan sakit yang ku derita, pernapasan sudah tak seperti muda dulu nafas mulai sesak sampek tak sangup menjalankan mesin tua itu. Obat sudah menjadi rutinitas hidupku tanpa obat mungkin sudah tak mampu aku mengendarai mesin Tua ini,tak ku hiraukan sakit yang ku rasakan asal kelurga bisa membeli sesuap nasi. Sampai sekarang pun aku tak mau kalah dengan sakit yang ku derita tetap ku jalankan mesin tua ini sekalipun aku terkapar di jalan dan merujuk ke RSI tanpa sepengetahuan keluargaku,

Perjalanan siank ini cukup memeras keringat di bawah terik mata hari yang cukup membuat tubuh tua ini semakin tak kuasa,menahan rasa panas dan nafas yang tak sempurna seperti waktu muda dulu. Sekarang berada pada perjalanan menuju Jakarta di temani truck Mitsubisi goprak yang  bisa di bilang cukup tua, karena truck ini di keluarkan pada Tahun 1983 maka dari itu tak beda jauh dengan umurku yang tak kadang juga mengalami kerusakan cukup serius pada bagian dalan mesin.

Perjalanan kali ini cukup lancar walaupun baru melintas pada jalur pantura kota wali,kesehatanku cukup membaik tak seperti kemaren tak kuasa menahan sesak nafas yang ku derita. Tak tau kenapa tiba-tiba tubuh tua ini merasa bergetar seperti merasakan sesuatu yang tak seperti biasanya, mungkin aku harus sejenak berhenti menyandarkan mesin tua ini karena sudah cukup panas dan tubuh ini juga mulai melemas.

Perjalanan sedikit demi sedikit tanpa menancapkan gass, mencari tempat bersandar yang ada lahan parkir cukup luas. karena mesin tua ini juga tubuh yang tak lagi muda ini membutuhkan sejenak istirahat, ku berhentikan di tempat makan langganan rumah makan mbah bejo di sekitaran jalur pantura. mulai ku matikan mesin tua yang cukup panas itu,segera melangkah dengan badan sedikit bergetar dari kejahuan mbah bejo menyapa.

apa kabar nak? Alqamdulilah baik mbah. Mbah sendiri sehat mbah? Kalau mbah sama saja juga kadang encok mbah juga kumat.
Mau makan apa nak?
Nasi putih pakai kering tempe tahu,besusul dan kuah "bung" tumbuhan pring yang muda. Selamat makan nak,makasih mbah.

Tubuh semulanya yang bergetar sekarang sudah mulai membaik,tak lupa rutinitas minum obat tak ku lupakan karena hidupku tergantung pada obat yang salalu ku bawa kemanapun. Tanpa obat ini mungkin tubuh yang tak muda lagi ini tak kuasa membawa truck tua itu dan memberi nafkah keluargaku. Sejenak ku sandarkan tubuh ke tempat tidur yang sudah di sediakan mbah bejo untuk para sopir untuk sejenak beristirahat. MELAWAN SAKIT..
Previous
Next Post »
0 Komentar

ES Bus Simulator ID 2 Update New 2018 | Game Simulator Android

Game Bus Indonesia yang bisa anda mainkan pada ponsel Android, menyajikan nuansa jalan dan kendaraan yang ada di wilayah Indonesia. Mungk...