Nafas Tua Part 2

January 29, 2016
           

           


Terbangun dari istirahatku yang cukup memulihkan kondisi badanku ini, yang mulai rentang tergerus usia. Mulai beranjak untuk bangun menuju ke kabin truck tua ku yang mengantar aku mencari nafkah untuk menyambung hidup di dunia yang hanya sementara.
Mulai ku ambil peralatan mandi untuk segara mandi agar badan tua ini segar bugar untuk melakukan aktifitas. Berjalan menuju tempat kamar mandi dengan nafas terpatah-patah,sesampai di depan pintu mendadak perut tua ini mengalami sakit yang tak seperti biasannya dan langsung beranjak ke toilet agar kondisi perut normal seperti biasa.

Setelah aktifitas membersihkan badan sambil mengeluarkan isi perut yang sakit mulailah beranjak berjalan menuju kabin untuk mulai menjalankan truck tua yang tak jauh beda dengan umur saya. Bisa di banding tipis kata anak muda sekarang 11-12, truck tua mulai ku hidupkan mesinya untuk mengondisikan mesin yang tak lagi muda atau baru ini normal seperti layaknya berjalan.

Stat Brum.. Keluar asap mengepul dari cerobong kenalpot truck tua ini,ku tinggal jalan-jalan sejenak untuk menyetabilkan badanku dan mesin truck tua itu.
berselang berapa menit aku kembali ke kabin untuk menjalankan mesin itu ke tujuan kota jakarta. Mulai ku jalankan dari kota wali untuk berjalan pelan agar mesin tetap setabil, mulai ku masukin tempat penimbangan muatan untuk pengecekan beban muatan yang ku bawa menuju jakarta apakah melebihi ambang batas atau sebaliknya.
Mulai masuk pelan-pelan ternyata beban pada muatan truck tua ku melebi batas, permasalahan mulai timbul sebelum sampai kota tujuan akirnya ku sampingkan truk tua itu untuk mengurus adminitrasi pembayaran kelebihan muatan.

Setelah semua selesai mulai ku jalankan mesin tua untuk melanjukan perjalankan menuju kota tujuan jakarta yang tidak cukup sampai 1x24 jam, ku tancapkan gass pelan-pelan penuh dengan perasaan agar mesin tua itu tidak mengalami kerusakan sebelum sampai kota tujuan.

Awan lintas malam mulai menyelimuti perjalanan malam saya menuju kota tujuan yang sudah sampian di kota kudus, kota yang terkenal dengan hasil tembakau oleh sebuah perusahaan rokok terkenal di Indonesia terasa badan sudah mulai jenuh dalam perjalanan, ku sandarkan sejenak truck tua untuk menghampiri tempat makan dan minum untuk rutunitas minum sebuah obat yang tak bisa di tinggalkan. Biyar sakit yang ku derita sedikit berkurang agar tetap lancar sampai kota tujuan.

Di tempat saya untuk sejenak istirahat sekaligus mencari makan bayak para teman seprofesi menghilangkan kejenuhan di dalam kabin truck dengan menonton sebuah Tv ukuran 14 inchi yang cukup menghibur para teman seprofesi, tak ku duga saya bertemu kawan lama yang tak pernah jumpa karena dia pindah tempat kerja.
Pak Jan> Hallo Mbah Ji gimana punya kabar tak pernah jumpa lama
Mbah Ji terdiam tersenyum..
Mbah Ji> Astaka pak Jan aman ini kabarnya
Kamu sendiri pak
Pak Jan> Ya.. Beginilah mbah Ji sering kumat-kumatan terkadang bila terkena angin malam dan asap jalanan mbah Ji. Mau kirim ke mana mbah Ji
Mbah Ji> Ini mau ke Bandung,Kamu sendiri pak jan
Pak Jan> Ke jakarta Mbah
Wah cocok kita bareng saja jalanya pak Jan
Pak jan> Siap Mbah Ji.Ngobrol

Ngobro bayak sambil makan camilan dengan Mbah Ji karenan sudah cukup lama tidak bertemu. setalah itu perjalanan mulai saya lanjutkan tetapi tidak sendiri saya di temani di depan saya truck mewah punya Mbah ji. mengawal saya dengan ber iringan pelan- pelan agar tubuh tua ini tidak terlalu tegang dan mesin tua juga Ban tidak akan cepat panas. perjalanan sudah cukup jauh keluar kota kudus akirnya mbah bejo membelokan arah setir kemudinya menuju Pom bensin, Saya kira mbah Ji mau isi Solar ternya tidak mbah Ji mengajak istirat sejenak untuk meluruskan badan agar mata tua ini juga tidak lelah menahan kantuk yang di rasakan.
Previous
Next Post »
0 Komentar

ES Bus Simulator ID 2 Update New 2018 | Game Simulator Android

Game Bus Indonesia yang bisa anda mainkan pada ponsel Android, menyajikan nuansa jalan dan kendaraan yang ada di wilayah Indonesia. Mungk...